Dialog Terbuka Tarif Air Minum 2026, Pemerintah dan Warga Bahas Solusi Bersama

  • Whatsapp

Teluk Bayur – Konsultasi publik terkait rencana penyesuaian tarif air minum Perumda Air Minum Batiwakkal Berau Tahun 2026 digelar di Pendopo Kecamatan Teluk Bayur, Jalan Abu-Abu RT 012, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Berau sebagai bagian dari proses kajian dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Forum konsultasi publik itu dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan perusahaan dan organisasi masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau Rudi Parasian Mangunsong, S.H., Camat Teluk Bayur Edy Baskoro, S.Sip., Danramil 0902-04/Teluk Bayur Kapten Arm Rahadian, Kanit Reskrim Polsek Teluk Bayur Ipda Budiono, Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Berau Dr. H. Abdul Hakim, S.E., M.Si., serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Teluk Bayur menyampaikan bahwa forum konsultasi publik tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memberikan saran dan masukan terkait rencana penyesuaian tarif air minum. Menurutnya, kebijakan yang diambil nantinya diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan operasional pelayanan air bersih di Kabupaten Berau.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam mengambil kebijakan penyesuaian tarif mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang masih memerlukan perhatian. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka agar keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kepentingan warga. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dan hemat dalam penggunaan air bersih.

Pada sesi pemaparan materi, Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Berau menjelaskan bahwa tim kajian bekerja secara independen dan objektif dalam meneliti dampak penyesuaian tarif air minum. Kajian tersebut meliputi kondisi operasional Perumda, peningkatan biaya produksi, laporan evaluasi keuangan, hingga rencana pengembangan pelayanan air bersih untuk beberapa tahun ke depan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan pandangan maupun masukan terkait rencana kebijakan tersebut. Seluruh hasil usulan dan pembahasan dalam forum akan dituangkan dalam notulen dan menjadi bahan kajian lanjutan oleh tim peneliti Universitas Muhammadiyah Berau.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan melalui forum konsultasi publik ini, terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah, penyedia layanan air minum, dan masyarakat sehingga kebijakan yang diambil nantinya dapat memberikan manfaat serta solusi terbaik bagi seluruh pihak.

Humas Polres Berau

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *